Permintaan uang adalah sejumlah uang yang diperlukan masyarakat atau
keinginan masyarakat untuk memegang uang dalam periode waktu tertentu dalam
rangka memenuhi kebutuhannya.
a. Teori Permintaan Uang Irving Fisher
Teori kuantitas uang yang dijelaskan oleh Irving Fisher menjelaskan bagaimana
uang beredar di masyarakat. Irving Fisher merumuskan teori kuantitas uang
sebagai berikut:
M.V = P.T
Keterangan:
M = Money (jumlah uang beredar)
V = Velocity (kecepatan peredaran uang)
P = Price (harga)
T = Transaction (volume barang yang diperdagangkan)
b. Teori Permintaan Uang Keynes
Selain Fisher, teori permintaan uang juga dikemukakan oleh John Maynard Keynes.
Keynes menyebutkan bahwa masyarakat memiliki tiga motif dalam memegang
uang, yaitu:
1. Motif transaksi
Masyarakat memegang uang dengan tujuan melakukan transaksi ekonomi atau
konsumsi sehari-hari. Dorongan untuk melakukan kegiatan membeli barang
maupun jasa adalah penerapan dari motif ini.
2. Motif berjaga-jaga
Masyarakat memegang uang dengan tujuan melakukan pembayaran– pembayaran
tidak terduga di masa yang akan datang. Misalnya untuk pembayaran saat sakit
atau kecelakaan.
3. Motif spekulasi
Masyarakat melakukan kegiatan spekulasi dengan membeli produk-produk
investasi di pasar modal dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa
yang akan datang. Produk-produk investasi tersebut contohnya adalah
saham, obligasi, dan reksadana.
Penawaran uang adalah jumlah uang yang beredar di masyarakat.
Bank Indonesia selaku otoritas moneter di Indonesia memiliki tugas untuk mengatur
jumlah uang beredar. Menurut Bank Indonesia komponen uang beredar terdiri dari
uang kartal yang dipegang masyarakat, uang giral, uang kuasi, dan surat berharga
selain saham yang diterbitkan oleh sistem moneter.
Komponen uang dibagi menjadi dua, yaitu uang dalam arti sempit (M1) dan
uang dalam arti luas (M2). Menurut Bank Indonesia, komponen uang dalam arti
sempit (M1) terdiri dari uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral,
termasuk uang elektronik yang diterbitkan bank. sedangkan uang beredar dalam
arti luas (M2) adalah komponen M1 ditambahkan uang kuasi. uang kuasi sendiri
terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan (rupiah dan valas) serta simpanan
giro valas.